Selasa, 11 Oktober 2011

Tawuran antar Warga

CIREBON- Puluhan rumah rusak dan seorang menderita luka bacok akibat tawuran antar-warga RW 07 Karang Mekar, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, dini hari tadi sekira pukul 01.15 WIB.

Korban luka diketahui bernama Dian (25), warga RW 04 Pancuran, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Sementara puluhan rumah di RT 07 Karang Mekar, rusak, Selasa (23/8/2011).

Berdasarkan informasi, tawuran diduga berawal dari ketersinggungan dua kelompok pemuda asal Kampung Pancuran. Peristiwa bermula dari pengaduan seorang perempuan kepada kekasihnya karena merasa dilecehkan setelah digoda sekelompok pria.

Selanjutnya kedua kelompok pemuda saling berhadapan hingga terjadi penyerangan. Akibat tawuran, seorang warga Dian harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bacok di bagian kepala.

Warga lain Alex membeberkan peristiwa tersebut. Massa yang tak terhitung jumlahnya membuat dia tak sampai melihat pelaku pembacokan. Usai tawuran, warga mengumpulkan sisa-sisa tawuran yang berceceran. Mereka menemukan batu hingga pecahan botol yang diduga digunakan sebagai senjata.

Wakapolres Cirebon Kota Kompol Didit Eko usai meninjau lokasi dan melakukan pemeriksaan, menyatakan pelaku tawuran diduga dua kelompok yang biasa beraktivitas dini hari untuk membangunkan orang sahur.

Meski demikian pihaknya belum bisa menjelaskan ihwal peristiwa tersebut karena masih dilakukan penyelidikan. “Kami masih akan terus menggali informasi,” ujarnya


Komentar:

Tidak seharusnya para pemuda melakukan hal seperti itu. Memang benar pelecekan terhadap seorang wanita tersebut adalah perbuatan salah namun masih ada hokum di Indonesia ini yang mengatur semua. Hukum harus ditegakkan, bukan dengan adu jotos seperti yang terjadi. Di satu sisi, posisi si perempuan juga ambil andil dalam kejadian ini. Tidak ada asap kalau tidak ada api. Harus diteliti juga apakah si wanita tersebut yang “memancing” terjadinya pelecehan tersebut atau tidak. Mungkin saja dari segi pakaian dia mengundang hal itu terjadi. Pihak lelaki sebagai pacarnya pun terlalu pendek pikiran. Memang sih dia harus melindungi pacarnya tersebut namun harus dilihat juga secara logika bukan dengan perasaan semata. Kalau kejadiannya seperti ini, persoalan menjadi ruwet. Bukan hanya melibatkan kedua pasang kekasih tersebut namun juga warga setempat yang tidak ada hubungannya ikut terlibat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar